Categories
Bahasa Arab Tips Trik

ZAKAT FITRAH : PENGERTIAN, BESARAN DAN TATA CARANYA


ilustrasi Zakat fitrah ( rumah123.com )

Hai Sahabat Sunma … Blog Berbagi Ilmu

Selamat datang kembali, saat ini Mimin akan berbagi pengetahuan tentang

ZAKAT FITRAH : PENGERTIAN, BESARAN DAN TATA CARANYA


Bulan Suci Ramadhan telah berjalan lebih dari 15 hari atau tinggal setengah bulan lagi maka kita akan menggapai kemenangan dalam hari raya yang fitri.

Dan untuk menjadi umat yang benar benar menang maka kita sebagai umat muslim harus menjalankan semua kewajiban yang ada dalam bulan suci ini.

Dan salah satu kewajiban yang harus kita tunaikan sebelum menyambut hari raya idul fitri adalah dengan membayar Zakat Fitrah sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

Zakat fitrah lazim juga disebut sebagai Zakat Jiwa atau Zakat Nafs, ini karena dengan membayar Zakat Fitrah maka kita akan membersihkan Jiwa kita sehingga kembali bersih.

APA SIH YANG DINAMAKAN ZAKAT FITRAH ?


Zakat Fitrah ditinjau dari segi bahasa berasal dari bahasa arab yang terdiri dari 2 kata, yaitu kata pertama Zakat berasal dari kata az – zakah yang mempunyai arti tumbuh, terpuji, suci atau berkah. Sedangkan Fitrah berasal dari kata al – fitr yang dapat berarti keadaan yang suci dan kembali ke asal ( Sumber : Rubrik Pena )

Dari asal kata tersebut maka Zakat Fitrah diartikan Zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki maupun perempuan muslim yang dilakukan di bulan ramadhan pada idul fitri ( sebagaima hadist ibnu umar ra seperti dilansir BAZNAZ )


APA SAJA SYARAT WAJIB  ZAKAT FITRAH ?


Agar pelaksanaan Zakat Fitrah menjadi berkah dan dapat diterima Allah SWT tentunya kita harus melaksanakan sesuai Pedoman pedoman dan Syarat Wajib yang telah ditentukan dalam agama kita

Dan Syarat wajib Zakat Fitrah adalah :


1.  Beragama Islam.  Zakat Fitrah wajib dilakukan oleh seorang Muslim jadi bagi yang beragama selain Islam tidak wajib melaksanakan Zakat Fitrah.
 2. Mampu . Syarat Wajib Zakat Fitrah yang kedua adalah Mampu. Mampu diartikan bahwa sesorang mempunyai harta guna mencukupi kebutuhan sehari hari beserta orang yang berada dalam tanggungannya. Maka bagi orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan kehidupannya sehari hari termasuk orang yang berhak menerima Zakat.
 3. Hidup Diantara 2 waktu yaitu antara Bulan Ramadhan dan Syawal Walau hanya Sesaat. Syarat wajib yang ketiga dalam pelaksanaan Zakat Fitrah adalah hidup diantara 2 waktu yaitu waktu antara bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal.

BAGAIMANA TATA CARA MENUNAIKAN IBADAH ZAKAT FITRAH ?


Besaran Zakat Fitrah  yang harus dikeluarkan oleh seorang muslim yang telah memenuhi syarat wajib sesuai diansir nu.or.id adalah 1 Sha’.

Hal ini berdasarkan hadist Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ala’ihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil atau dewasa, dari orang-orang Islam, dan beliau menyuruh menunaikannya sebelum orang-orang keluar untuk shalat hari raya. (HR. Bukhari, nomor 1432)

Namun karena 1 Sha’ bukan ukuran timbangan namun ukuran takaran, maka sebagian besar ulama sepakat menyarankan bahwa sebagai bentuk kehati – hatian mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 hingga 3 Kilogram.

Zakat fitrah dapat dibayarkan berupa makan pokok yang kita makan sehari hari seperti beras atau gandum yang kualitasnya sama dengan yang kita makan.

Pelaksaan ibadah Zakat Fitrah juga harus melalui Amil Zakat yang ada di sekitar daerah kita.

BAGAIMANA NIAT IBADAH ZAKAT FITRAH :


Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Nawaitu an ukhrija zakaatalfithri ‘an nafsii fardhon lillaahi ta’aala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitraah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Nawaitu an ukhrija zakaatafithri ‘anzawjatii fardhon lillaahi ta’aala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anwalidii … fardhon lillaahi ta’aala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama) fardu karena Alalh ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Perempuan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anbintii … fardhon lillaahi ta’aala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama) fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala.
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘an … fardhon lillaahi ta’aala.
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik) fardu karena Allah ta’aala.”

Kesimpulan  

Zakat Fitrah tidak hanya untuk menunaikan kewajiban dibulan Ramadhan tetapi juga untuk mensucikan jiwa diri kita serta sebagai bentuk rasa simpati, empati dan kepedulian terhadap masyarakat terutama bagi tetangga dekat yang kurang mampu
Dengan Zakat Fitrah kita juga akan berbagi rasa bahagia dalam menyambut kemenangan dalam hari raya idul fitri sehingga kemenangan dan kebahagian itu dapat dirasakan oleh semua orang.
Zakat fitrah juga merupakan sebuah dasar / pondasi dalam agama Islam sehingga bagi siapapun yang beragama islam dan memenuhi syarat wajib membayar Zakat.

Dalam pelaksanaan pemberian Zakat Fitrah kita juga harus memenuhi syarat syarat yang telah diwajibkan yaitu :Beragama Islam, Mampu serta Hidup antara 2 waktu bulan ramadhan dan bulan syawal walau itu hanya sebentar.

Sehingga waktu pelaksanaan Zakat Fitrah adalah sejak hari pertama di bulan Ramadhan hingga Paling akhir/telat dapat dilaksanakan sebelum Sholat Idul Fitri.
 Dan karena Saat inikita sedang mengalami musibah Covid 19 ( Pandemi Virus Korona ) maka kami menyarankan agar pelaksanaan Zakat Fitrah dapat dilaksaksanakan/dikumpulkan pada Amil Zakat sebelum 1 Syawal sehingga pembagian atau penyampaian Zakat bagi yang berhak dapat lebih tepat sasaran.
Waallahu a’lam bi showab…

Diambil dari beberapa sumber :
1. BAZNAZ
2. Rubrik Pena
3. nu.or.id  dan
4. Suara.com

Categories
Bahasa Arab Ilmu Agama Ilmu Bahasa Arab

Ilmu Bahasa Arab, sesi pertama ( Nahwu )


Selamat Pagi para sahabat ruang Ilmu …

Kembali bertemu lagi.

Sebelum kita lanjut ke materi, saya ingin untuk mengingatkan kembali atas pentingnya mempelajari bahasa arab. bahkan sebagian ulama mewajibkan kita untuk belajar bahasa arab. semoga ini dapat meningkatkan semangat kita untuk belajar bahsa arab.

Pagi ini kita akan mempelajari Ilmu nahwu, apakah ilmu nahwu. mari kita belajar bersama.

A. Macam Ilmu Bahasa Arab 

Bahasa Arab terdiri dari 2 yaitu Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf

Ilmu Nahwu adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan Harakat di akhir al kalimat (kata)
Ilmu Sharafb adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk ak kalimat ( kata )


B. Penyusunan Bahasa Arab

Penyusunan narasi ( percakapan ) dalam bahasa arab  terdiri atas 3 yaitu Huruf , Kalimah ( kata ), Jumlah ( Kalimat )

kumpulan huruf akan membentuk sebuah kalimah ( kata ) dan kumpulan kalimah akan membentuk jumlah ( kalimat )

Note : ” dalam bahasa arab kalimah berarti kata dan jumlah berarti kalimat “

 

C.  Macam Huruf

Huruf terbagi menjadi 2 yaitu huruf hijaiyah ( tanpa makna ) dan huruf al ma ‘ani( dengan makna)  seperti contoh gambar dibawah :

 D. Al kalimah ( kata – kata ) 

al kalimah terbagi menjadi 3 yaitu Huruf Ma’ani, ismun ( kata benda) dan fi’lun ( kata kerja ). 

Fi’lun sendiri terbagi menjadi 3 yaitu Fi’il Madhi ( masa lampau), Fi’il Mudhari ( sedang berlangsung ), Fi’il Amr ( Perintah )

jelasnya seperti gambar di bawah :

E. Al jumlah ( Kalimat ) merupakan gabungan dari Huruf, Isim dan Fi’il


Demikian belajar kita pagi ini, semoga bermanfaat 

Wassalamualaikum wr wb

Sumber : Daurah Bahasa Arab ( Nahwu ) #1 dan channel youtube Ustadz Firanda Andirja 






Categories
Bahasa Arab Ilmu Agama Ilmu Bahasa Arab Ilmu umum

Pengantar Ilmu Bahasa Arab ( Pembukaan )

 

Hai Sahabat Ruang Ilmu


Semoga Kita semua dalam lindungan Allah Swt dan selalu dalam lindungannya …

Pagi ini melihat ada pesan dari salah seorang rekan kerja … seorang Lurah di kecamatan Gondokusuman yang mengajak masuk Grup belajar bahasa arab …

Dalam hati langsung berkata ini dia yang kucari, karena terus terang sebenarnya sudah lama ingin mendalami bahasa arab agar dapat mengerti isi dan kandungan.

Ada beberapa alasan lain mengapa kita harus memahami bahasa Arab, antara lain :

1. Mudah memahami Al Quran
2. Mudah memahami Hadist
3. Sholat lebih Khusyu’ dll

Namun setelah melihat dan membaca kok persaan nggak masuk masuk, akhirnya tercetus ide untuk menulis. Dengan menulis kita akan belajar minimal 2X yaitu pertama membaca kedua adalah menulis sehingga memungkinkan otak untuk dapat lebih cepat menghafal.

untuk itu saya mari kita mulai dengan menghapal beberapa kata yang sudah lazim kita ucapkan setiap,hari ini kita mulai dengan menghafal beberapa kata yang biasa kita ucapkan antara lain :

1.   Ustaadz          : Seorang Guru  ( Pia )
2.   Ustaadzun      : Seorang guru   ( Wanita )
3.   Kitaabun        : Buku
4.   Madroosatun  : Sekolah
5.  Waladun          : Anak laki – laki
6.  Bintun             : Anak perempuan
7.  Baitun             : Rumah
8.  Syamsun         : Matahari
9.  Qomarun         : Bulan
10. Najmun          : Bintang

Demikian pengantar kami dalam belajar bahasa Arab semoga niat ini dapat terkabu dan dapat berguna bagi sesama … aamiin